Skip to main content

Posts

Doesn't need a title.

Ramai di dunia maya tentang disparitas antara orang punya (orang have ) dan orang haven't. Perbandingan situasi hidup yang tak pernah ada habisnya, memasukkan sebuah situasi dalam kotak tertentu.  Aku ingin berbagi cerita tentang kotak kemewahan yang kini aku miliki dan aku impikan dulu. Ini tentang rumah, bukan tentang rumah yang memiliki eksalator atau lift di dalamnya. Bukan juga bath up dengan wewangian bunga-bunga yang langka itu. Ini tentang BAB. Suatu hari, Ina (seseorang yang kurindukan) teman SMP ku berkunjung ke rumahku dengan niat mengejarkan tugas bersama dan katanya ingin tahu juga rumahku di mana. Dalam kunjungannya, sehabis dari kamar mandi, ia bertanya, "Kamu kalau BAB gimana?" aku jawab "Ada, di tempat lain".  Bila memakai standar orang have dan orang haven't, dari percakapanku dengan Ina aku adalah orang haven't. Selama belasan tahun aku terikat dengan jadwal buang air besar (BAB) setiap malamnya. Dengan jadwal mengaji setelah magrib da...

Capek.

I can't save us   Raungku kala malam hari  Tadi, esok, dan mungkin juga lusa  Tatkala yang kulihat hanya mereka Jejeran angkot antar kota yang supirnya tengah berdoa Tak hanya di Darmaga semata Menunggu penumpang katanya Kuketuk satu persatu pintu tetanggaku Puluhan ribu uang dipegangnya, Tak banyak, Tak ada juga yang berwarna merah "Mengapa tak pergi?", tanyaku. "Inginnya pergi, tapi tak ada ongkos", singkatnya.  Kulihat karung beras ibuku,  Dua tiga liter mungkin ada,  Tenang, bapak masih berusaha!  Is it any wonder things get dark?

Aku Mau Kembali

Dua bulan yang lalu, aku lupa tepatnya setelah melakukan aktivitas apa, yang pasti sore itu, aku menghabiskan jam-jam yang tersisa dengan menyusuri toko buku di sebuah mall di kota Bogor.  Setiap lorong aku datangi, kulihat beberapa buku-buku Best Seller yang ditampilkan rapi di rak yang dari semua juru bisa terlihat. Aku sentil temanku dan ku beritahu dia bahwa dua dari buku yang terterta itu sudah aku baca beberapa tahun lalu dan aku heran kok masih ada di sana aja, tanyaku. Selama kurang lebih 50 menit aku berkeliling, aku putuskan untuk tidak membeli buku baru sebagai penebusan rasa bersalah karena di rumah saja sudah numpuk belum dibaca, tiga pensil  Toko buku adalah tempat mewah, bagiku. Heh kenapa? sampai usiaku 14tahun, aku hanya pernah memberi 4 buku di Gramedia, satu Atlas, dua buku Ujian Nasional dan satu buku Mahir Bahasa Inggris (yang ini aku salah pilih, nggak ngerti aku dulu isinya apa), sisanya aku dapat koran pengasihan dan buku-buku lungsuran dari sepupuku ya...

Sudah jadi sarjana, lalu apa?

Ik krijg zo vaak de vraag "En? En? Wat wil je worden?" Dan krijg ik 't benauwd Is dat nu al aan de orde? Apa kabar?  Semoga selalu dalam keadaan baik, sentosa, dan bahagia.  Sebagai pembuka, saya ingin memindahkan apa-apa saja yang kerap menjadi pemantik pikiran berlebihan di pikiran ini pun ingin bertanya bahwa apakah teman-teman juga merasakan bulan suci Ramadan berlalu dengan amat cepat? Setiap hari berlalu bersama hembusan angin, tak terasa kini sudah memasuki malam kedua puluh. Saya doakan semoga saya dan semuanya dapat berjumpa dan menjalani Ramadan di tahun-tahun selanjutnya dan ketakwaan diri senantiasa melekat dan kian bertambah. Aamiin. Ada beberapa hal yang ingin saya tulis dan lepaskan di blog ini, melalui tulisan-tulisan yang kian hari saya lupa mau menulis apa di tengah ramainya hal-hal yang terjadi belakangan ini. Dari #KaburAjaDulu, demonstrasi, dan lain-lain yang tepat satu tahun sudah menjadi gelisah dan takut saya.  Sesuai judul yang saya tulis, di bula...

Ikut Kegiatan Pengembangan Anak Muda Eropa, Ngapain Aja?

Dokumentasi oleh Veronika W. Diawali dari kekosongan karena dapat libur dari tempat kerja, akhirnya saya mendaftarkan diri di sebuah program bernama Erasmus+ Projects. Kata "Erasmus" mungkin sudah tidak asing lagi, Erasmus sendiri adalah program pertukaran pelajar yang digagas oleh Komisi Uni Eropa sejak tahun 1987 hingga akhirnya berkembang dan memunculkan program baru yang saya ikuti selama 10 hari di kota Ommen, Belanda pada tanggal 2 September hingga 11 September 2022. Berkenalan dengan program Dilansir dari situs resmi Erasmus+, Erasmus+ project adalah program Uni Eropa yang digagas untuk mendukung pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga di Eropa pada tahun 2014. Terdapat periode baru pelaksanaan program dengan anggaran yang terbilang fantastis, yakni sebesar 26,2 miliar Euro atau sekitar 382 Triliun Rupiah. Periode baru tersebut berlangsung dari 2021-2027 yang berfokus pada inklusi sosial, transisi hijau dan dig...

好きだら

Seperti biasanya, tulisanku hanya akan berisi curhatan. Walaupun sejujurnya ada banyak sekali bahan cerita dan informasi yang mungkin bisa berguna bagi teman-teman yang mau mengungsi dengan cara yang kulakukan beberapa tahun terakhir ini? Tetapi beberapa informasi rasanya bahkan sudah kadaluarsa karena tak kunjung kutulis. 2024 sudah sampai di pertengahan tahun, tak berasa sekali ya? bohong sekali rasanya pernyataanku itu. 2024 cukup mengasyikan walaupun hampir setiap saat aku memikirkan 'Lah sudah mau 25 umurku?' kaget bukan main, jika boleh mengingat apa yang ada di bayanganku 10 tahun lalu. Hahah, aku harusnya sudah punya pasangan, pekerjaan, dan setidaknya lulus dengan gelar sarjana arsitektur.  Nyatanya, aku sudah mau 25, patah hati, belum lulus S1, belum tau mau kerja apa, masih bingung, belajar bahasa Belanda yang awalnya iseng lalu tiba-tiba ingin jadi warga negara Belanda (?), huft aku ingin menangis jika mengingat-ingat apa yang sudah aku sia-siakan.  Tetapi hidup me...

Jika aku

Jika aku boleh meminta, pintakku hanya satu, Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Penyayang, kumpulkanlah kelak hamba bersama orang-orang yang hamba sayangi dan menyanyangi hamba di surgamu, tempat yang selalu aku rindukan, tempat yang dalam setiap doaku kusebut untuk aku selalu didekatkan oleh-Mu. Tuhan, Mohon sampaikanlah salam rinduku, untuk mereka yang kini sudah dalam pelukanmu,  Belgia, Eid Mubarak 2024

Hey, Rosi(ta)

Van Gogh Museum, 2023 Selayaknya orang-orang yang berkaca dan melihat ke belakang, entah bernostalgia, atau melihat-lihat kembali waktu dan momen yang sudah dilalui, rasanya aku ingin berpartisipasi di minggu-minggu terakhir tahun 2023 ini, Haha, lucu rasanya, berhubung aku tidak terlalu menyukai perayaan baik itu ulang tahun atau tahun baru, Natal adalah pengecualian karena Natal sangat berwarna sekali di Eropa ini. Tuk pertama kalinya dalam hidup aku ikut merayakan dan keluar rumah saat tahun baru adalah 1 Januari lalu, itupun karena tawaran temanku yang cukup menarik walau berakhir menyedihkan haha. Kurasa benar bahwa tahun setelah pandemi benar-benar berlalu dengan cepat dan berbeda, bukan hanya karena usiaku bertambah dan mungkin aku juga bertambah dewasa? hahaha.  Mari kita sudahi tawanya, aku ingin melepaskan beberapa ingatanku di sini, kujuga ingin berterima kasih pada diriku sendiri, Januari Terima kasih, Rosita. Bulan Januari diawali dengan hilangnya sepeda yang kini kura...

Unspoken words

Setelah peristiwa minggu lalu ketika diputarnya lagu Isyana di salah satu supermarket dekat rumah, lagu-lagu yang kuputar di Spotify -ku dipenuhi beberapa lagu Isyana lainnya hingga kutemukan satu yang berjudul ¨Home¨ yang dinyanyikannya bersama pasangannya hidupnya. Tiga menit pertama lantuannya membuatku jatuh cinta akan lagu tersebut, perasaan yang muncul itu membuatku merasa nyaman. Bila boleh kusimpulkan, perasaan ini lain dari mencari dan menemukan yang pernah kurasakan sebelumnya, seperti memanggil kembali kepingan kenangan serta harapan dan keinginan tuk menyatukan potongan itu sercara perlahan. Kepada kamu, kini ku tak gantungkan harapanku lagi, akan kutapakki jalanan baru ini, berikut perang-perang yang kuciptakan dan akan kuhadapi, hingga satu hari aku layak pergi ke rumah itu, tujuanku. Floating around this mysterious way,  alone, it hurts, afraid on this jagged line, being forced, so many reason, too much to say,  I`ll set myself free, I`ll coming home, soon, beli...

Winter Song

                                                                                               Istanbul, 2022 Look at the window Shadows appear Try not to look forward Doesn't feel real Sudah tiga minggu kunikmati cuaca dingin-panas-dingin dari musim panas yang sebentar lagi berakhir, hujan turun kala aku menulis ini, kunikmati pergantian suhu sambil kuingat-ingat lantunan lagu Winter Song milik Isyana Sarasvati yang tiba-tiba diputar saat ku menarik tuas mesin pemotong roti otomatis di supermarket  tadi  pagi, yang kuputas s esaimpainya aku di rumah setelah lima menit mengayuh  bakfiets  dengan kecepatan rendah karena ada telur di kantong belanja yang kub...