Skip to main content

Unspoken words

Setelah peristiwa minggu lalu ketika diputarnya lagu Isyana di salah satu supermarket dekat rumah, lagu-lagu yang kuputar di Spotify-ku dipenuhi beberapa lagu Isyana lainnya hingga kutemukan satu yang berjudul ¨Home¨ yang dinyanyikannya bersama pasangannya hidupnya.

Tiga menit pertama lantuannya membuatku jatuh cinta akan lagu tersebut, perasaan yang muncul itu membuatku merasa nyaman.

Bila boleh kusimpulkan, perasaan ini lain dari mencari dan menemukan yang pernah kurasakan sebelumnya, seperti memanggil kembali kepingan kenangan serta harapan dan keinginan tuk menyatukan potongan itu sercara perlahan.

Kepada kamu, kini ku tak gantungkan harapanku lagi, akan kutapakki jalanan baru ini, berikut perang-perang yang kuciptakan dan akan kuhadapi, hingga satu hari aku layak pergi ke rumah itu, tujuanku.

Floating around this mysterious way,  alone, it hurts, afraid on this jagged line, being forced, so many reason, too much to say, 

I`ll set myself free, I`ll coming home, soon, believe.....


Brasschat, almost the end of September



Comments

Popular posts from this blog

Sudah jadi sarjana, lalu apa?

Ik krijg zo vaak de vraag "En? En? Wat wil je worden?" Dan krijg ik 't benauwd Is dat nu al aan de orde? Apa kabar?  Semoga selalu dalam keadaan baik, sentosa, dan bahagia.  Sebagai pembuka, saya ingin memindahkan apa-apa saja yang kerap menjadi pemantik pikiran berlebihan di pikiran ini pun ingin bertanya bahwa apakah teman-teman juga merasakan bulan suci Ramadan berlalu dengan amat cepat? Setiap hari berlalu bersama hembusan angin, tak terasa kini sudah memasuki malam kedua puluh. Saya doakan semoga saya dan semuanya dapat berjumpa dan menjalani Ramadan di tahun-tahun selanjutnya dan ketakwaan diri senantiasa melekat dan kian bertambah. Aamiin. Ada beberapa hal yang ingin saya tulis dan lepaskan di blog ini, melalui tulisan-tulisan yang kian hari saya lupa mau menulis apa di tengah ramainya hal-hal yang terjadi belakangan ini. Dari #KaburAjaDulu, demonstrasi, dan lain-lain yang tepat satu tahun sudah menjadi gelisah dan takut saya.  Sesuai judul yang saya tulis, di bula...

Aku Mau Kembali

Dua bulan yang lalu, aku lupa tepatnya setelah melakukan aktivitas apa, yang pasti sore itu, aku menghabiskan jam-jam yang tersisa dengan menyusuri toko buku di sebuah mall di kota Bogor.  Setiap lorong aku datangi, kulihat beberapa buku-buku Best Seller yang ditampilkan rapi di rak yang dari semua juru bisa terlihat. Aku sentil temanku dan ku beritahu dia bahwa dua dari buku yang terterta itu sudah aku baca beberapa tahun lalu dan aku heran kok masih ada di sana aja, tanyaku. Selama kurang lebih 50 menit aku berkeliling, aku putuskan untuk tidak membeli buku baru sebagai penebusan rasa bersalah karena di rumah saja sudah numpuk belum dibaca, tiga pensil  Toko buku adalah tempat mewah, bagiku. Heh kenapa? sampai usiaku 14tahun, aku hanya pernah memberi 4 buku di Gramedia, satu Atlas, dua buku Ujian Nasional dan satu buku Mahir Bahasa Inggris (yang ini aku salah pilih, nggak ngerti aku dulu isinya apa), sisanya aku dapat koran pengasihan dan buku-buku lungsuran dari sepupuku ya...