Skip to main content

Posts

Ada Apa di Istanbul?

( Buku Kursus Bahasa Turki) Bercerita tentang Istanbul tidak akan pernah ada habisnya, bagiku tempat itu cukup unik, magis dan membingungkan. Negara pertama yang kusinggahi, enam bulan kuhirup udara yang melintasi benua Asia dan Eropa di sekitar selat yang ramai dan sibuk itu, ya selat Bosphorus.  Awalnya terasa seperti mimpi, kalau diingat-ingat, dulu sekali aku pernah membaca sebuah novel berjudul Istanbul With Love karangan Putri Indri Astuti di tahun terakhirku di SMP yang akhirnya dengan kuasa-Nya Januri 2022 lalu, aku terdampar di sana. Kusinggihani tempat-tempat yang dikunjungi Pia dengan prianya . Tak luput dari rasa syukur dan haru, berikut suka dan duka yang mengiringi kehidupanku di sana.  Kini kulihat Istanbul dengan kacamata berbeda, tidak hitam atau putih tetapi sungguh beraneka warna. Pun kini, semua hal yang tak bisa kulupa tinggal dan menetap di sana, hal-hal mendasar seperti makanan yang pada awalnya terasa asing dan hambar hingga akhirnya menjadi makan...

Perang Pikiran di Istanbul

( Musim Semi 2022 ) Dari dulu aku gak pernah ngerasa kalau aku bisa masuk kotak. Maksudku, aku tidak pernah memilih-milih teman, bisa berbaur dengan siapa saja-- dengan berbagai orang dengan identitas sosial yang berbeda-beda. Melakukannya dengan harapan dapat menemukan tempat di salah satu kotak itu. Bertahun-tahun tenggelam dalam pencarian dan berakhir berperang dan kehilangan diri sendiri.  Akhir Januari lalu, aku meninggalkan urusanku di Jakarta dan memilih menukarnya dengan hal-hal baru di Istanbul. Menukar berarti menyubtitusi banyak hal, termasuk teman dan cara menjalani kehidupan. Sedikit cerita, aku menginjakkan kaki dengan titel Au Pair di kota yang dalam sejarah di kenal sebagai Konstantinopel dan Bizantium ini.   Terdengar asing kah? singkatnya Au Pair ini progam pertukaran budaya dengan menjaga anak-anak yang ada di sebuah keluarga yang kita tinggali sebagai adisional. Ngapain aja itu? hehe nanti kucoba ceritakan di lain waktu. Aku datang tanpa ekspektasi, menging...

Hi, Apa Kabar?

Saya sedang baik dan berusaha selalu merasa baik. Saat ini saya sedang menyepi di tempat lain, mencari hal baru (lagi) yang mungkin semuanya selalu berulang. Begitu katanya. Melanjutkan perang-perang lain dengan pikiran dan pendirian, yang kali ini ditemani banyak sekali kawan.  Hehehe, saya bingung mau mengetik dan bercerita apa.  Satu kalimat mungkin, saya mau menulis lagi. Setelah sekian lama, setelah meninggalkan banyak hal dan tenggelam terlalu dalam di ruang perenungan. Saya mau bercerita lagi, di sini.  Sembari menikmati momen-momen natural yang terjadi--yang semoga menemukan hal-hal kecil yang memberi memori besar bagi diri ini dan mungkin setelahnya bagi sekitar, mereka yang mungkin mau mendengar.  Berasa terdengar agak puitis dan novelis, tapi biarlah mencoba dahulu ya teman-teman. Semoga kebaikan dan kesehatan bersama kita selalu! Sampai bertemu di cerita selanjutnya! Disampaikan di Istanbul, 2022.

Enam Bulan, Pulang

Di tengah jam-jam kantuk melandaku sore tadi, kubuka laman WhatsApp berhenti sejenak hanya untuk melihat unggahan mentorku, "Selamat Hari Raya Galungan, Ms." ku- click send. Terlihat dua ceklis abu-abu tanda terkirim. Enam bulan sudah ku di rumah, kembali katanya.  Benar-benar tidak menyisakan rasa, maksudku waktu berjalan dengan cepat. Oh ya,  Galungan biasanya jatuh tujuh bulan sekali yang mana terdapat dua kali perayaan dalam setahun.  Galungan ini mengingkatkanku akan perayaan Galungan Februari lalu, aku ingat hari itu pagi-pagi sekali dijemput teman di dekat kosan. Kita punya agenda. Ya, kita mau jalan-jalan di hari raya karena jatah libur dari kantor yang hanya ada di hari itu.  Kami berangkat dari kosanku di Sanur, melintasi kemacetan di sepanjang Jl. Ida Bagus Mantra. Bagaimana tidak macet, namanya hari raya. Semua umat Hindu pergi untuk sembahyang ke Pura atau sekadar bersilaturahmi mengunjungi sanak saudaranya. Belum lagi, kami para perantau yang ingin sek...